Stop Menyalahkan Diri Sendiri Belajar Gentle Parenting ala Dhannisa Cho
Menjadi
orang tua sering kali terasa seperti berjalan di atas tali. Ada momen penuh
kebahagiaan, tetapi juga saat di mana rasa bersalah muncul begitu cepat—apalagi
ketika anak tantrum, menolak makan, atau tidak sesuai ekspektasi. Perasaan
gagal ini wajar, namun jika dibiarkan terus menerus, dapat mengganggu hubungan
orang tua dan anak.
Dhannisa
Cho, influencer parenting yang dikenal dengan gaya pengasuhan lembutnya,
menekankan bahwa gentle parenting bukan hanya soal berbicara ramah
kepada anak, tapi juga tentang bagaimana orang tua memperlakukan dirinya
sendiri. Dengan menerapkan self-compassion, proses mengasuh menjadi
lebih ringan, efektif, dan penuh kasih.
Mengapa Orang Tua Sering Menyalahkan
Diri Sendiri?
Tekanan Sosial dan Lingkungan
Orang tua
hidup dalam lingkaran ekspektasi dari keluarga, teman, hingga media sosial.
Standar “orang tua ideal” sering membuat mereka merasa gagal ketika anak tidak
sesuai harapan.
Tantangan Pengasuhan Modern
Dengan
begitu banyak teori dan strategi parenting yang beredar, orang tua mudah
bingung menentukan pendekatan terbaik. Ketika metode yang dicoba tidak langsung
berhasil, rasa bersalah muncul.
Perfeksionisme dan Insecurity
Perfeksionisme
membuat orang tua menilai setiap kesalahan kecil sebagai kegagalan besar.
Padahal, mengasuh anak adalah perjalanan trial and error yang wajar.
Gentle Parenting: Lebih dari Sekadar
Lembut
Prinsip Dasar Gentle Parenting
Gentle parenting menekankan empati, komunikasi, dan hubungan yang sehat antara orang
tua dan anak. Intinya adalah membimbing dengan kelembutan, bukan dengan paksaan
atau teriakan.
- Batasan Jelas: Anak tetap punya aturan,
tetapi disampaikan dengan cara yang penuh penghargaan.
- Koneksi Emosional: Orang tua dan anak membangun
kepercayaan melalui validasi emosi.
- Disiplin Positif: Anak belajar konsekuensi tanpa
takut atau tertekan.
Perspektif Dhannisa Cho
Dalam
pengalamannya, Dhannisa menekankan pentingnya being gentle dengan diri
sendiri. Orang tua yang terus-menerus menyalahkan diri akan sulit bersikap
lembut pada anak. Dengan self-compassion, energi negatif dapat diubah
menjadi kesabaran dan ketenangan.
Self-Compassion: Kunci Mengurangi Rasa
Bersalah
Mengapa Penting?
Menyalahkan
diri sendiri sering memengaruhi interaksi dengan anak, membuat komunikasi
tegang, dan memperburuk situasi. Sebaliknya, self-compassion membantu
orang tua menerima keterbatasan dan tetap termotivasi untuk belajar.
Cara Menjadi Lembut pada Diri Sendiri
- Berhenti Menghakimi: Sadari bahwa setiap orang tua
melakukan kesalahan.
- Berikan Ruang untuk Istirahat: Memberi diri waktu untuk
recharge meningkatkan kualitas pengasuhan.
- Catat Kemajuan: Fokus pada hal-hal positif
yang berhasil dicapai setiap hari.
Contoh Praktik Gentle Parenting di
Kehidupan Sehari-hari
Menghadapi Anak Picky Eater
Alih-alih
memaksa anak makan, Dhannisa memilih mengajak anak ikut menyiapkan makanan.
Strategi ini:
- Mengajarkan anak picky eater mengenal
berbagai jenis makanan.
- Membuat anak lebih termotivasi
mencoba hidangan baru.
- Menjadi momen bonding yang
berharga antara orang tua dan anak.
Mengelola Emosi Tak Terkendali
Ketika
anak mengalami emosi yang tak terkendali di tempat umum:
- Validasi emosi anak: “Aku tahu
kamu kesal karena mainan ini tidak bisa dibeli sekarang.”
- Tetap tenang, hindari hukuman
atau teriakan.
- Ajarkan cara menenangkan diri,
sehingga anak belajar regulasi emosi.
Memberi Contoh
Anak
meniru perilaku orang tua. Dengan menunjukkan kesabaran, empati, dan
self-compassion, anak belajar menghadapi frustrasi tanpa agresi.
Anti Kekerasan, Tapi Tetap Tegas
Gentle
parenting sering disalahartikan sebagai permisif. Faktanya:
- Anti Kekerasan: Tidak ada hukuman fisik atau
teriakan.
- Tegas Konsisten: Aturan jelas, dijalankan
dengan komunikasi yang lembut.
Kombinasi
ini membuat anak merasa dihargai, memahami konsekuensi, dan tetap aman secara
emosional.
Strategi Mengurangi Rasa Bersalah
Orang Tua
- Terima Ketidaksempurnaan: Setiap orang tua pernah
melakukan kesalahan.
- Gunakan Perspektif Gentle
Parenting untuk Diri Sendiri:
Self-compassion bukan egois; ini strategi untuk tetap sehat mental.
- Dukungan Komunitas: Mendengarkan cerita orang tua
lain atau podcast inspiratif dapat memberikan insight baru.
- Fokus pada Koneksi, Bukan Hasil
Instan:
Kedekatan emosional lebih berharga daripada kepatuhan anak yang
dipaksakan.
Manfaat Gentle Parenting dan
Self-Compassion
Bagi Orang Tua
- Lebih tenang dan sabar.
- Tidak mudah stres.
- Memiliki energi positif untuk
membimbing anak.
Bagi Anak
- Merasa aman dan didengar.
- Belajar mengelola emosi.
- Tumbuh dengan percaya diri dan
empati.
Bagi Keluarga
- Hubungan harmonis, minim
konflik.
- Interaksi lebih menyenangkan
dan produktif.
Gentle
parenting, menurut Dhannisa Cho, adalah perjalanan belajar—bukan tujuan instan.
Kuncinya adalah belajar lembut pada diri sendiri sebelum bisa lembut
pada anak. Dengan konsistensi, empati, dan self-compassion, orang tua dapat
membesarkan anak dengan penuh cinta, tanpa harus tenggelam dalam rasa bersalah.

