Bersepeda 45 Menit Tak Pernah Telat, Siswa SMK PGRI 3 Malang Ini Buktikan Kegigihan Berbuah SNBP

Daftar Isi
Ervin Kurniawan, guru Bidang Kerja Sama Industri di SMK PGRI 3 Malang, yang berbagi kisah kegigihan siswa SKARIGA hingga diterima SNBP dan SNBT

Portal WawasanDi balik ribuan nama yang lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), ada kisah-kisah sunyi yang jarang tersorot. Di SMK PGRI 3 Malang, ada dua cerita itu mencuat. Seorang siswa yang setiap hari mengayuh sepeda puluhan menit demi tak pernah terlambat, dan seorang lulusan dengan keterbatasan fisik yang akhirnya menembus perguruan tinggi impiannya lewat SNBT.


Sepeda Pancal, 30-45 Menit, Tak Pernah Telat

Setiap pagi, sebelum sebagian besar orang bahkan membuka mata, siswa ini sudah mengayuh pedal sepedanya. Jarak rumah ke SMK PGRI 3 Malang memakan waktu 30 hingga 45 menit dengan sepeda biasa. Bukan sepeda motor, bukan angkutan umum. Sepeda pancal.

Yang luar biasa bukan hanya jarak atau waktu tempuhnya, melainkan konsistensinya. Selama masa studi di SMK PGRI 3 Malang, ia tidak pernah tercatat terlambat. Tidak sekali pun.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ervin Kurniawan, guru Bidang Kerja Sama Industri di SMK PGRI 3 Malang, yang menyaksikan sendiri dedikasi siswanya tersebut.

 

"Anak ini setiap hari naik sepeda dari rumahnya yang cukup jauh. Tapi dia tidak pernah telat. Itu yang saya kagumi," ungkap Ervin Kurniawan.

 

Kegigihan itu rupanya bukan sekadar soal disiplin waktu. Ia menjelma menjadi energi yang merembes ke seluruh aspek belajar. Dan pada pengumuman SNBP, nama siswa tersebut muncul sebagai salah satu yang dinyatakan lolos.

Entah doa yang didengar, entah semesta yang merespons kerja keras, hasilnya nyata.

 

Risky: Kursi Roda, Jalur Khusus, dan Mimpi yang Tak Terbatas

Kisah kedua datang dari Risky, lulusan SMK PGRI 3 Malang angkatan 2026. Risky tidak bisa berjalan. Namun ia menolak membiarkan kondisi fisiknya menjadi batas dari mimpinya.

SMK PGRI 3 Malang merespons kebutuhan Risky dengan menyediakan kursi roda dan jalur khusus di lingkungan sekolah. Fasilitas ini bukan sekadar infrastruktur, ia adalah pernyataan bahwa sekolah percaya pada potensi siswanya, apa pun kondisi fisik mereka.

Dukungan itu tidak sia-sia. Pada SNBT 2026, Risky berhasil diterima di perguruan tinggi pilihannya. Bagi Ervin, pencapaian Risky adalah salah satu momen paling membanggakan dalam kariernya sebagai pendidik.

 

"Risky membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk masuk perguruan tinggi negeri. Kami di sekolah berusaha memfasilitasi sebaik mungkin, dan dia yang berjuang dengan sepenuh hati," kata Ervin Kurniawan.

 

SNBP dan SNBT 2026: Apa Bedanya dan Bagaimana Hasilnya di SMK PGRI 3 Malang?

SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) adalah jalur masuk perguruan tinggi negeri yang mengandalkan nilai rapor dan prestasi akademik selama sekolah, tanpa tes tulis. Sementara SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) mengharuskan peserta mengikuti ujian berbasis komputer yang mengukur potensi kognitif dan literasi.

Bagi siswa SMK, menembus kedua jalur ini bukan perkara mudah. Persaingan ketat, kuota terbatas, dan stigma bahwa lulusan SMK "kurang kompetitif" dibanding SMA masih kerap menghalangi kepercayaan diri. Namun hasil SNBP dan SNBT 2026 di SMK PGRI 3 Malang menunjukkan narasi yang berbeda.

Ervin mengungkapkan kebanggaannya atas capaian siswa-siswi tahun ini. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari iklim belajar yang dibangun sekolah, termasuk perhatian pada siswa dengan kondisi khusus dan mereka yang datang dari latar belakang sederhana.

 

Pesan dari Pinggir Jalan yang Belum Ramai

Dua kisah dari SMK PGRI 3 Malang ini seperti pengingat bahwa perguruan tinggi tidak hanya bisa dicapai oleh mereka yang lahir dengan segala kemudahan.

Kadang, yang dibutuhkan hanyalah sepasang kaki yang mau terus mengayuh atau tekad yang tidak mau berhenti meski kaki itu tidak lagi bisa berjalan.

Di balik data statistik lolos SNBP dan SNBT, ada manusia-manusia dengan cerita yang jauh lebih dalam. SMK PGRI 3 Malang, memilih untuk melihat dan merawat cerita-cerita itu.

Dan tahun ini, cerita itu berakhir dengan kabar yang membahagiakan.

Sevenstar Digital