Cara Efektif Memberi Tanggung Jawab pada Anak Laki-Laki Sejak Dini
Membesarkan anak laki-laki bukan hanya soal menyediakan kebutuhan fisik, tapi juga membekali mereka dengan rasa tanggung jawab. Dengan memberikan tugas yang sesuai usia, Bunda dan Ayah membantu Si Kecil belajar mandiri, menghargai kerja keras, dan memahami konsekuensi. Nah, berikut panduan lengkap yang bisa diterapkan di rumah.
(Sumber: Canva)
Mengapa
Tanggung Jawab Penting?
Tanggung
jawab mengajarkan anak bahwa setiap tindakan punya akibat. Saat anak diberi
peran yang jelas, ia belajar disiplin, empati, dan keterampilan hidup. Riset
parenting modern juga menekankan bahwa anak yang terbiasa membantu sejak kecil
akan lebih percaya diri dan terampil memecahkan masalah saat dewasa.
Cara
Memberi Tanggung Jawab pada Anak Laki-Laki
1.
Sesuaikan dengan Usia
Untuk
balita, tugas sederhana seperti merapikan mainan atau menaruh sepatu sudah
cukup. Saat anak memasuki usia sekolah, tingkatkan tugas menjadi merapikan
tempat tidur, menyiram tanaman, atau membantu menyiapkan sarapan.
2.
Beri Instruksi Jelas dan Contoh Nyata
Anak butuh
arahan yang mudah dipahami. Alih-alih berkata “bersihkan kamar”, jelaskan
langkahnya: “Rapikan bantal, masukkan mainan ke kotak, dan lap meja.” Jangan
lupa tunjukkan cara melakukannya di awal.
3. Konsistensi
Adalah Kunci
Aturan
yang berubah-ubah membuat anak bingung. Tetapkan jadwal, misalnya: setiap Sabtu
pagi, anak membantu menyapu teras. Konsistensi menumbuhkan kebiasaan positif
yang bertahan lama.
4.
Hargai Usaha, Bukan Hanya Hasil
Berikan
pujian spesifik: “Bunda senang kamu menaruh sepatu di rak dengan rapi.” Pujian
fokus pada proses menumbuhkan rasa bangga dan motivasi internal.
Memperkenalkan
Konsep Akuntabilitas
Selain
tugas harian, anak laki-laki perlu belajar bahwa tanggung jawab berarti
menepati janji dan mengakui kesalahan. Misalnya, jika lupa menyiram tanaman dan
tanaman layu, ajak dia berdiskusi: “Apa yang bisa kita lakukan supaya tanaman
tetap segar?” Percakapan ini mengajarkan problem solving tanpa menyalahkan.
Memberi
Pekerjaan Berbayar: Kapan dan Bagaimana?
Saat anak
beranjak remaja, Bunda dan Ayah bisa menawarkan pekerjaan berbayar ringan
seperti membantu tetangga berkebun atau menjaga hewan peliharaan. Tujuannya
bukan semata uang, tetapi menanamkan nilai kerja keras, manajemen waktu, dan
kebanggaan atas hasil usaha sendiri. Pastikan pekerjaan sesuai kemampuan dan
tidak mengganggu sekolah.
(Sumber: Canva)
Sampai
Kapan Tanggung Jawab Orang Tua Berlaku?
Sering
muncul pertanyaan: “Sebenarnya sampai kapan anak laki-laki menjadi tanggung
jawab orang tua?” Jawabannya tergantung sudut pandang hukum dan agama.
Menurut
Hukum Indonesia
- UU Perkawinan mengamanatkan orang tua
memelihara dan mendidik anak hingga anak menikah atau mampu berdiri
sendiri.
- Undang-Undang Perlindungan Anak menyebutkan bahwa anak adalah
seseorang yang belum berusia 18 tahun. Artinya, sebelum usia 18,
orang tua tetap memikul tanggung jawab penuh, kecuali anak sudah menikah
atau mandiri secara finansial.
Menurut
Ajaran Islam
- Tanggung jawab finansial
(nafkah) berlangsung hingga anak baligh dan mampu mandiri, baik
secara mental maupun finansial.
- Orang tua tetap dianjurkan
membantu jika anak masih menuntut ilmu, meski ia sudah bekerja paruh
waktu.
- Setelah mandiri, kewajiban
nafkah berakhir, namun anak tetap wajib berbakti kepada orang tua. Setelah
menikah, fokus tanggung jawab utama anak berpindah ke keluarganya sendiri.
Faktor
yang Mempengaruhi
- Kemampuan Mandiri – Anak memiliki penghasilan
dan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.
- Pernikahan – Setelah menikah, tanggung
jawab utama beralih kepada keluarga yang baru.
- Kondisi Khusus – Jika anak masih lemah atau
butuh bantuan, misalnya masih kuliah penuh waktu, orang tua tetap
berkewajiban mendukung.
Poin
pentingnya: mendidik tanggung jawab sejak kecil mempersiapkan anak untuk fase
kemandirian ini, sehingga transisi dari “ditanggung orang tua” menjadi
“mandiri” berlangsung mulus.
Tips
Praktis Agar Anak Siap Mandiri
- Latih Manajemen Uang: Ajak anak menabung dari uang
saku atau hasil pekerjaan kecil.
- Ajarkan Skill Hidup: Memasak, mencuci, dan mengatur
jadwal belajar adalah keterampilan penting sebelum ia tinggal sendiri.
- Diskusi Terbuka: Bahas rencana masa depan,
termasuk kuliah atau karier, agar anak memahami tanggung jawab
finansialnya.
Memberi tanggung jawab sejak dini bukan hanya membantu anak laki-laki disiplin,
tetapi juga mempersiapkannya menghadapi dunia dewasa. Dengan arahan yang jelas,
konsistensi, dan pemahaman hukum maupun agama, Bunda dan Ayah dapat menumbuhkan
generasi pria yang mandiri, berempati, dan siap berdiri di atas kaki sendiri.
By: Nayla Putri (Nay).
